Jumat, 17 April 2015

Titik Jenuh

“Selalu ada titik jenuh dalam hidup semua orang. Titik di mana kau hanya ingin berhenti sesaat. Ingin lari sejenak. Lari dari tanggung jawabmu, lari dari kepribadianmu yang seharusnya membuat orang lain merasa senang berada di dekatmu. Di mana kaubenci dengan segala macam rutinitas yang monoton, yang kaujalani berulang-ulang selama berbulan-bulan. Di mana kau sudah lelah beradaptasi agar diterima oleh mereka yang di sekelilingmu, yang sayangnya tak pernah bisa menyajikan hati yang tulus buatmu. Di mana kau ingin sekali membunuh orang-orang itu: mereka yang telah menyakitimu. Sayangnya, hal itu hanya bisa kaulakukan di dalam mimpimu saja.”

Minggu, 22 Maret 2015

Kita Berteman?


Kita teman
Yang bertemu dalam hiruk pikuk
Bercanda di tengah keramaian
Lantas berdua dalam sepi

Mungkin ini hanya antara aku dan aku
Karena aku tak pernah yakin mengertimu, maksud tatapanmu, dan arti kata sayangmu
Kau, kardigan merahmu, dan fanta merah darimu, entah kebetulan atau karena baru saja ku bilang suka pada satu warna itu
Aku melihatmu, manis dan lucu
Aku mengingatmu, lepas tawamu, dan lesung senyummu
Meski kau tak pernah tahu




Namun waktu berputar ke luar angan,  aku punya pilihan dan kau punya pilihan, kita berjalan berlawanan
Tak ada lagi kita yang dulu, berdua bingung di atas sepeda motor, bersama menyusuri kota, dan larut bersama malam
Tak ada lagi aku yang dulu, menemanimu, mengajarimu, dan mengantarkanmu
Untungnya kita masih bersapa, sesekali bercanda, dan aku menikmatinya, meski kau tak pernah tahu


#janganbingung.tumblr.com

Selasa, 17 Maret 2015

Mengeluh

Baru saja saya berfikir untuk selalu bersykur, tiba-tiba saja muncul fikiran mengeluh dalam kepala. saya rasa bukan saya saja.. kebanyakan kita sering mengeluh terhadap sesuatu. coba kita kembali ke beberapa waktu silam. bukannkah kita pernah berdoa untuk keinginan diri akan suatu hal diwujudkan Tuhan, dan setelah terwujud dan kita jalani, kenapa kita justru mengeluh bukannya bersyukur. 

malam ini saya mengeluh tentang pekerjaan saya.. tepatnya bukan malam ini tapi akhir-akhir ini. saya juga tidak tau kenapa saya begitu sensitif dalam minggu-minggu ini. apa ada hubungan nya dengan

Jumat, 27 Februari 2015

Salam Dua Puluh Delapan Februari

Ini hari besarmu, berbahagialah dua kali lipat dari biasanya. 

Tolong jangan pernah berpikir bahwa kamu tak dicintai siapa-siapa.  Jatuh itu sakit, tapi takkan sesakit saat kamu menahannya sendirian. Ingatlah aku dan Tuhan. Dua sahabat yang mungkin ada nya tak begitu nyata terlihat, tapi dukungan dan sumbangan pelukan akan selalu berjalan pekat. Aku tidak bisa memastikan keadaanmu akan baik-baik saja, karena itu kendali semesta untuk menghadirkan pelajaran yang mendewasakan. Tapi selama peganganmu masih tak terlepas pada Tuhan, aku bisa memastikan Dia yang terbaik yang bisa membuat keadaanmu kembali baik. Saat pergantian hari tadi, aku melipat jemari. Berbisik-bisik pada Ayah kesayangan kita di Surga. Aku merayunya untuk kembali menghadirkan pertemuanmu dengan pria kesukaanmu. Sayangnya Tuhan lebih tahu serindu apa hatimu. Mengiyakan bukan berarti langsung melaksanakan. Tunggu waktuNya ya? Mungkin ketika kau tak berharap, langkahnya sedang berderap menujumu hingga muncul lagi ketika kamu terlelap.

Sabtu, 14 Februari 2015

Redup



kekosongan, kehampaan adalah jawaban angin malam ini
mencoba meraba pada titik logika yang dalam
emosi telah mendominasi perasaan seperti bayangan hitam dalam cahaya yang redup
masa lalu tidak pernah memahami pengorbanan
apakah masa sekarang yang terlalu egois berharap,


memberi harapan adalah titik hitam di ruang gelap
berharap pada pagi
memberi harapan kepada mentari
meyakinkan diri hari esok akan datang

Senin, 09 Februari 2015

Hai Malam...

Hai malam,
Mungkin kau tak suka senja
Melihat mentari yang dewasa membuatmu pilu
Waktu bersamanya telah habis

Malam akan tiba
Aku tak suka melihatmu menatap senja
Tatapan capek, namun penuh harap
Dan berbalik memunggunginya
Membuat malam datang padanya

Hai malam,
Jangan berikan ia mimpi indah
Ia ingin menyambut pagi
Melihat senyum mentari yang hangat
Tanpa rekayasa, seperti mimp




Selasa, 03 Februari 2015

KETIDAKTAHUANKU

Mungkin terutama tentangmu.

Diantara para pemerhati yang lebih banyak tahu soal segala hal dari objek yang dicintai, aku mungkin termasuk salah satu yang masih amatir mengoleksi pengetahuan tentangmu. Bukannya aku tak mencari ini itu, bukannya aku tak bergerak mengerahkan pikiranku untuk mencari tahu. Tapi sepertinya kamu bersembunyi di planet terjauh dari bumi. Meski sejauh apapun kaki mencari, tak kutemukan tombol pembuka misteri keingintahuan hati. Aku tahu ini bukan penasaran, karena telah kukerahkan seluruh perasaan. Aku hanya terheran-heran, belum ada banyak pertanyaan yang terjelaskan lewat jawaban tapi hati semakin menjadi-jadi berlatih seperti sang ahli dalam percintaan. Di kepalaku masih terisi ketidaktahuanku, tapi aku masih ingin seterusnya mencintaimu. Semoga waktu tak mengecewakan angan yang berlayangan, semoga perasaan tetap pada ketetapan, hingga akhirnya duniamu menjadi bagianku satu persatu.

Pada ketidaktahuanmu, aku masih menunggu. Mungkin kini kita seri, sama-sama tidak tahu tentang masing-masing isi hati. Biarlah semesta berkonspirasi, sedang kita sembari menyiapkan hati

Jumat, 24 Oktober 2014

Tahun Ke-22


Hari ini 25 Oktober 2014, tepat 22 tahun silam saya di lahirkan, dilahirkan oleh orang tua yang sangat hebat, yang mampu membuat saya tetap berdiri sampai saat ini. Terima kasih saya ucapkan sekaligus meminta maaf. karena di tahun ke-22 ini belum ada apa-apa yang dapat saya berikan dan banggakan. Kalian tau peringatan hari ini terasa spesial. sebab, di hari ini bertepatan dengan 1 Muharam (awal tahun hijriah) sekaligus juga hari lahir saya di tahun (Masehi) tepat 22 tahun silam , dan akhirnya saya dapat merayakan dua hal istimewa dengan bersamaan, melalui tetap tunduk kepada-Nya, zat yang tiada yang lebih tinggi dari-Nya, bersyukur hingga saat ini masih diberikan nikmat dan kesempatan yang bahkan sering tidak saya sadari.

Mengulang tahun adalah sesuatu yang mendebarkan, mungkin akan mengulang jalan yang sama atau mengulang sesuatu yang kita kenal baik, namun kemungkinan dengan pemandangan berbeda, musim berbeda, gerimis, atau hujan lebat, atau cerah, atau sepi, atau ramai. Dan jalan yang diulang itu tanahnya mungkin menjadi agak padat, agak lebar. 

Terima kasih buat semua ucapan ulang tahun.. Ucapan ulang tahun itu bagi saya mengandung bayak misteri, sebab entah siapa yang pertama kali menciptakan atau mengucapkan ungkapan ini.

Welll....!!!

Ditahun ke-22 masih banyak harapan yang menggantung, masih banyak mimpi-mimpi yang menunggu untuk dibangunkan. 

Ditahun ke-22 diri ini masih jauh dari kata dewasa, masih banyak ego yang menyumpal di fikiran, masih banyak amarah yang tak mampu di redam.
Ditahun ke-22 ini menjadi awal yang menenukan segala hal akan menjadi apa diri ini dimasa depan. 
Ditahun ke-22 ucapan syukur tak henti-hentinya terucap dari lisan yang seringkali mendustai-Mu
Ditahun ke-22 semoga hal-hal baik selalu bersama saya kedepannya, masih banyak mimpi dan harapan yang menunggu didepan sana.

25 Oktober 2014 / 25 Oktober 1992

easy-forex