Selasa, 25 September 2012

Mereka sebut mengalah Atau memang kalah.



kau cerita tentang pria yang membuatmu tersenyum
kau cerita tentang pria yang memberimu kejutan
kau cerita tentang pria yang menyakitimu
kau cerita tentang pria yang mengkhianatimu

lalu aku pria apa?
aku tak bisa apa-apa
aku tak punya apa-apa
aku cuma bisa mendengar
mendengarkan setiap ceritamu
mendengarkanmu dengan baik
mendengarkanmu dengan tersenyum
membuatmu senyaman mungkin

Ya cuma itu........ tak berguna..... 

Kamu -yang menurut banyak orang bilang adalah mahluk yang mempunyai perasaan dan rangkaian huruf yang mereka bilang CINTA- kenapa tidak kau masukkan segala tentang kamu -rasa dan cinta- pada toples kue kacang. Akan ku habiska tak tersisa hanya untuk ku saja. Atau mungkin kamu tanam saja segala tentangmu itu bersama pohon kopi, menjadi jenis kopi yang baru. Lalu ku biarkan luwak-luwak ku memakannya. Tak 'kan aku jual untuk siapa pun demi apapun.
Omong kosong.

Yang aku tahu sekaran -sejak saat itu, dan entah sampai kapan- aku telah mengawetkan rasaku.
kunikmati yogurt cintamu yang asam dan 'basi' sendiri.
Kuhabisi setoples kue kacang segala tentangmu tak terbagi.
Kunikmati wangi kopi rasamu yang mereka agung-agungkan, sendiri. Untuk pagi dan petangku.
Hingga aku bosan.
Sepertinya tak'kan pernah.
Tak bosan.
Mereka sebut mengalah.
Atau memang kalah.

0 komentar:

Posting Komentar

easy-forex